Payung

Aku, payung yang diberikan orang asing kepadamu ketika hujan saat itu. Siapa dia? datangnya dari mana? kenapa menyerahkan ku padamu? aku tidak peduli. Yang ku tahu, aku berhasil mengantarmu sampai di rumah tanpa sedikitpun basah.

Aku ingat, kamu memegang ku kuat berlari kecil dengan sedikit senyum ku lihat. Aku sama sekali tidak mengerti bahagiamu karena diriku atau orang asing baik itu? aku mengerti, aku tak punya kuasa untuk bertanya dan kenangan tentangmu pun hanya sebatas Alfamart dan rumahmu yang jaraknya bahkan tak lebih dari satu kilometer.

Hari ini tidak ada lagi hujan. Ku lihat kamu tampak bingung menatap ku sedikit lama. Aku yang sibuk memperhatikanmu dapat merasakan detak nadi yang begitu cepat dari genggamanmu. Kenapa? apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu? tanpa sadar, ku dapati kita sudah berada di depan Alfamart, rupanya kita kembali lagi di tempat kali pertama kita dipertemukan.

Kamu gelisah, itu terlihat sangat jelas di raut mu. Kamu berdiri cukup lama sesekali menengok ke segala arah. Kita sudah di sini cukup lama, ku lihat kamu semakin gelisah dengan jam tangan kuning yang selalu kamu periksa. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, yang ku tau saat itu aku tidak lagi di genggammu. Hanya suara langkah kaki yang perlahan menghilang, dan kamu yang terlihat semakin menjauh meninggalkan ku sendiri dalam kotak kecil tanpa sedikitpun berpaling.

Kini, aku hanya sebuah payung tanpa tuan menunggu seseorang untuk ku antarakan pulang.

--

--

Memulai sebuah cerita

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store